"Pertama yang membicarakan itu jangan main teka-teki. Kalau memang cukup bukti dibuka saja agar orang tidak mengira-ngira, langsung saja sebut nama dan partainya. Kalau dibilang partai penguasa kan Partai Demokrat, Golkar bukan partai penguasa," ujar anggota Komisi III DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Menurut Bambang, nanti kalau sudah diungkap dan tak ada faktanya, yang bersangkutan bisa menuntut balik. Apalagi ini menyangkut nama baik partai penguasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap KPK juga mengungkap kasus suap kemenpora secara clear. KPK tak boleh ompong menghadapi partai penguasa.
"KPK tidak boleh memandang bulu dalam menangani hal ini, tidak boleh tebang pilih," tandasnya.
Mirdo Rosalina atau Rosa adalah tersangka kasus dugaan suap Kemenpora. Dia bersama Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam dan Manager Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris ditangkap akhir pekan lalu atas dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang.
KPK menemukan bukti cek Rp 3,2 miliar yang diduga diperuntukkan bagi Wafid. Rosa dalam kasus ini ditengarai menjadi perantara. Namun ternyata kasus ini tidak berhenti sampai di situ. Rosa mengaku hanya disuruh atasannya.
(van/ndr)










































