Dalam kawat Wikileaks, Kamis (28/4/2011) disebutkan pada 1999, Hambali sudah menyiapkan rencana dan melihat kemungkinan melakukan serangan menggunakan helikopter.
Langkah itu diambil karena sulitnya melakukan penyerangan dengan menggunakan mobil ke kompleks Kedubes AS di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mobil sulit untuk mendekati Kedubes AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu berdasarkan laporan, Hambali juga mengirimkan uang US$ 35 ribu kepada perakit bom Dr Azahari untuk melakukan serangkaian pemboman di Indonesia. Target asing yakni perusahaan AS seperti Caltex dan ExxonMobil.
Hambali ditangkap pemerintah AS pada Agustus 2003 di Thailand. Dia ditangkap dalam operasi gabungan pasukan AS dan Thailand. Dalam laporan itu disebutkan Hambali sebagai pejabat senior AL Qaida dan Jamaah Islamiyah.
(ndr/asy)










































