"Sudah diassessment tertahan (Hambali) akan mencari lagi teman-teman seperjuangannya dan kembali melakukan berbagai macam kekerasan dan aktivitas ekstrim," demikian bocoran data yang dilansir wikileaks, Kamis (28/4/2011).
Keterangan itu dirilis bersama foto Hambali yang terbaru dalam kop surat berlabel Department of Defense, Headquartes, Joint Task Force Guantanamo, US Naval Station, Guantanamo Bay, Cuba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa menyembunyikan informasi dan justru melakukan teknik counter-interogasi," lanjut bocoran itu.
Hambali memiliki nama asli Riduan Isomuddin lahir pada 4 April 1964. Namun Hambali memiliki sejumlah banyak nama alias yakni Encep Nurjaman, Hambali al-Malaysi, Mizi, Azman, Alejandro Davidson Gonzalez, Hendrawan, Kahar, Muzabkar, Halim Osmann, Samsuri, dan Daniel Suarez Naveira.
Hambali disebutkan dalam dokumen itu sebagai anggota senior Al Qaeda, dia dituding bertanggung jawab atas peristiwa bom Bali 12 Oktober 2002 yang menewaskan 200 orang. Hambali memberikan suplai uang dan mengatur rencana operasional Al Qaeda dan Jamaah Islamiyah.
Dalam dokumen itu juga dijelaskan bagaimana Hambali setelah lulus dari sekolahnya di Cianjur, kemudian pergi ke Malaysia dan direkrut masuk JI oleh Abdullah Sungkar. Dari sana perjalanan Hambali dimulai hingga menjadi petinggi Al Qaeda.
(gah/asy)











































