TKW Bermasalah Meningkat, Perlu Ada Kajian

Laporan dari Dubai

TKW Bermasalah Meningkat, Perlu Ada Kajian

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 19:44 WIB
TKW Bermasalah Meningkat, Perlu Ada Kajian
Dubai - Sistem perekrutan TKW di Indonesia dipertanyakan. Diusulkan mengenai perlunya melakukan suatu studi mengenai karakteristik TKW bermasalah.

Usulan itu dilontarkan Dirjen Direktorat Residensi dan Urusan Orang Asing di Dubai Mayjen Mohammed Ahmed Al-Marri saat menerima Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran, sebagaimana disampaikan Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikcom, Kamis (27/8/2011).

Menurut Al-Marri kajian itu misalnya mencakup antara lain mengenai asal daerah, klasifikasi usia dan jenis pekerjaan para TKW bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini demi mengantisipasi kemungkinan masalah sejak dini dan mengurangi terjadinya masalah di kemudian hari," tegas Al- Marri.

Dikatakan, seyogyanya sebelum diberangkatkan para calon TKW itu diberi latihan ketrampilan menjadi PRT serta pengarahan mengenai kehidupan di lain negara, yang berbeda sosial dan budaya serta karakterisktik masyarakatnya.

"Apabila mereka telah memiliki kemampuan dan ketrampilan tentunya dapat memperbesar peluang kerja dan mendorong peningkatan gaji," terang Al-Marri.

Al Marri mengakui tidak adil untuk melakukan generalisasi bahwa semua TKW rendah mutunya dan pasti akan menimbulkan masalah. Hal ini karena masih banyak para TKW lainnya yang baik dan tidak memiliki masalah apapun.

Lanjut Al-Marri, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Dubai, masih membutuhkan TKI yang memiliki keterampilan sebagai PRT, juru masak, dengan kemampuan bahasa asing yang memadai dan memenuhi kualifikasi yang diminta.

Konjen RI menanggapi positif usulan untuk mengkaji karakteristik para TKW bermasalah.

"Dengan studi tersebut tentunya akan membantu dalam mencermati latar belakang para TKW bermasalah dan dapat dijadikan referensi di kemudian hari bagi upaya pencegahan masalah," ujar Konjen.

Konjen memaparkan bahwa ada sekitar 90.000 WNI tinggal dan bekerja di wilayah Dubai dan 5 emirat lainnya di wilayah utara UEA. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor infomal dan sebagian kecil di sektor formal dan profesional.

Dalam pertemuan itu Konjen juga menyampaikan apresiasi kepada Imigrasi Dubai atas bantuan dan kerjasama yang baik dalam menangani berbagai kasus WNI, terutama para TKW yang bekerja sebagai pembantu rumahtangga.

Selama tahun 2010 lalu, terdapat sekitar 900 kasus TKW bermasalah yang telah ditangani bersama oleh KJRI Dubai dengan pihak Imigrasi Dubai.

Sebanyak 600 TKW bermasalah telah dipulangkan ke tanah air dan sekitar 340 TKW lainnya telah dipekerjakan kembali dengan majikan baru.

Pertemuan Konjen RI dengan Dirjen Residensi dan Urusan Orang Asing di Dubai dimaksudkan untuk meningkatkan jaringan dalam rangka perlindungan WNI serta membahas beberapa kasus yang melibatkan WNI di Dubai.

Kedua pihak sama-sama menegaskan kembali komitmen untuk peningkatan koordinasi dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik dalam menangani berbagai kasus yang melibatkan para WNI di Dubai dan sekitarnya.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads