"Saya kira itu tidak ada kaitannya, PKS justru dalam posisi sekarang ini dicurigai oleh kelompok-kelompok tertentu. Anda lihat sendiri lah musibah yang terjadi belakangan ini, mereka mengkritik PKS dari sisi komitmen Islam, bagaimana akhlaknya, karena PKS menjadi partai Islam yang terbuka," ujar Ketua FPKS DPR, Mustafa Kamal, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Termasuk tudingan eks pendiri PKS Yusuf Supendi yang menyatakan Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin adalah anak dari NII juga dibantah. Menurut PKS seharusnya Yusuf Supendi tidak membawa urusan pribadi ke masalah partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustafa menuturkan usaha sejumlah pihak mengaitkan PKS dengan NII adalah permainan politik. Padahal bangkitnya NII murni bagian dari pengaruh berkembangnya radikalisasi di Indonesia.
"Itu soal bungkus-membungkus kemas-mengemas ini kan jangan sampai kemudian ditunggangi kepentingan politik tertentu karena begini itu bisa terjadi di agama manapun radikalisasi itu," tuturnya.
(van/ndr)











































