Saksi mata yang merupakan warga sekitar lokasi, Arif Multazam, menuturkan, usai salat ashar, di duduk di serambi Masjid Sulthoni, Wotgaleh, Berbah, Sleman, DIY. Arif duduk menghadap timur.
Saat itu dia melihat pesawat dari arah timur kemudian menuju ke barat dilanjutkan belok ke kanan. Saat belok kanan inilah, salah satu sayapnya lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua orang tewas dalam kecelakaan itu. "Korban Sertu Ninang dan Sersan Karbol Habibun Rahman," kata Gubernur AAU Marsda IB Putu Dunia di depan Masjid Sulthoni.
Lokasi tersebut masih berada di areal lahan milik TNI AU yang ditanami tebu.
Putu menuturkan, Ninang adalah instruktur terbang layang, dan Karbol sebagai anak latih. Kecelakaan itu itu terjadi pukul 15.45 WIB. Pesawatnya merupakan pesawat terbang layang jenis glider tanpa mesin yang ditarik dengan pesawat bermesin.
Puluhan wartawan dan ratusan warga hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Lokasi dijaga ratusan aparat TNI AU. Korban tewas sudah dievakuasi. Namun belum diketahui jenazah dibawa ke rumah sakit mana.
(nwk/nrl)










































