Hindari Polemik, SBY Tak Tanggapi Penolakan Ulama
Senin, 14 Jun 2004 13:02 WIB
Jakarta - Sejumlah ulama dan habib mengimbau umat Islam agar tidak memilih Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden. Terhadap seruan ini, SBY menolak mengomentarinya."Saya lebih baik tidak masuk dalam persoalan seperti itu. Saya serahkan pada hati nurani rakyat," kata calon presiden dari Partai Demokrat ini.SBY, yang ditemui wartawan usai menghadiri debat capres tentang kebudayaan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta, Senin (14/6/2004), menyatakan masalah ini harus dikembalikan pada norma dan prinsip-prinsip demokrasi."Kita kembalikan pada norma dan prinsip-prinsip demokrasi. Saya kira lebih begitu daripada saya harus ikut berpolemik antara pro dan kontra, setuju dan tidak setuju," katanya.Sebelumnya cawapres yang mendampingi SBY, Jusuf Kalla, menyatakan tidak mempersoalkan seruan tersebut. Alasannya, para ulama dan habib yang mengeluarkan pernyataan tidak mewakili seluruh ulama dan habib yang jumlahnya ribuan.Pernyataan menolak Mega dan SBY ini disampaikan belasan ulama dan habib dalam Muzakarah Nasional XIX , Minggu (13/6/2004) kemarin. Muzakarah diikuti sekitar 15 pemimpin ormas Islam dari Jawa dan Sumatera.Muzakarah menghasilkan dua rekomendasi. Pertama, menyarankan pada umat Islam untuk memilih pasangan capres-cawapres sesuai dengan syariat Islam. Kedua, syuro ulama menolak pasangan Megawati-Hasyim, SBY dan Kalla.Alasan menolak Mega karena jelas capres PDIP ini tidak memenuhi syariat Islam yang mengharamkan wanita menjadi pemimpin. Kedua, Mega tidak aspiratif terhadap umat Islam, karena melakukan penangkapan-penangkapan terhadap aktivis Islam.Sedangkan alasan menolak SBY karena dulu selaku Menko Polkam dinilai sebagai otak penangkapan aktivis Islam.
(gtp/)











































