Insiden itu terjadi ketika Ari mencoba mencari pegangan karena kereta penuh sesak. "Keretanya penuh. Lagi ramai, jadi dia pegang apa yang bisa dipegang. Dia pegang (sesuatu) dekat kipas angin. Nggak tahunya jarinya kena (sabetan) kipas angin," kata Bryan, teman Ari, pada detikcom, Kamis (28/4/2011).
Insiden ini terjadi tadi pagi saat berada di daerah Pasar Minggu. Bryan dan Ari berangkat dari Stasiun Depok Lama hendak menuju tempat kerjanya di daerah Jakarta Utara. Bryan dan Ari berangkat pukul 06.00 WIB. Saat masuk ke KRL, kondisi kereta sudah penuh. Ari dan Bryan pun mencari pegangan yang bisa dipegang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putaran kipas angin tersebut membuat jari manis kiri Ari luka hingga menyebabkan kukunya copot. Bryan dan Ari menganggap luka tersebut hanya luka ringan. Jari Ari lantas hanya diperban. Ari kemudian balik arah ke Depok. Sedangkan Bryan tetap melanjutkan bekerja.
"Dia ke rumah sakit di Depok. Saya dengar tadi siang kata dokter di rumah sakit itu, jarinya harus diamputasi. Jarinya di-rontgen ternyata tulangnya sudah rusak hancur," ungkapnya.
Ari kemudian dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga Depok. Dari situ, dokter mengatakan, jari Ari bisa tidak diamputasi tapi hanya dengan menggunakan pen. "Dia sekarang masih dirawat. Saya belum tahu lagi ini bagaimana sekarang kondisinya. Pulang kerja saya baru akan ke sana," ujarnya.
Melihat kejadian yang menimpa temannya, Bryan pun meminta kepada PT KAI atau Kereta Commuter Jakarta (KCJ) agar tetap memberi pelayanan KRL yang aman meski itu kereta ekonomi sekali pun. Penumpang KRL diminta hati-hati jika melihat ada kipas angin yang tak ditutup di dalam gerbong KRL.
"Ini sudah makanan sehari-hari. Sinyal rusak, mogok dan lainnya. Kereta ekspres mau diganti KRL ekonomi AC tapi yang ekonomi saja masih begini," keluhnya.
(gus/nrl)










































