Peristiwa ini dikisahkan tukang ojek bernama Yeri B Mak saat dimintai keterangan di Polsek Abepura, Kamis (28/4/2011). Menurut Yeri, saat itu dia sedang duduk dekat pangkalan ojek di Jl Jeruk Nipis Kotaraja, Abepura, Jayapura.
Lalu datanglah dua orang berseragam hijau dari mobil tentara jenis Taft. Mereka turun dari mobil dan memanggil Yeri.
"Sebelumnya saya lihat tentara, maka saya saat dipanggil mereka. Saya tetap duduk dan tidak berdiri," kata Yeri.
Karena Yeri diam saja, dua oknum itu marah. Salah satunya menembakkan senjata apinya ke udara, lalu menodongkan senjatanya ke dada Yeri. Dia menembak ke arah kaki Yeri namun mengenai tanah, entah meleset atau disengaja.
Usai menembak, tentara tersebut pulang sembari meneriakkan, "Saya anggota Korem! Jangan ada yang bergerak!" kata oknum itu sambil melepaskan lagi satu tembakan ke udara lalu pergi meninggalkan Yeri yang dalam kondisi shock.
Sementara itu, ajudan Kapolresta Jayapura, Brigadir Hendra Wasanggai, memberikan keterangan yang sama di Polsek Abepura. Dia mengatakan, sebelumnya sempat menegur dua anggota TNI karena membawa kendaraan dalam kecepatan tinggi.
"Jadi saya menegur mereka karena ngebut di dalam kompleks. Saya tegur mereka karena saya polisi dan masih memakai seragam," tuturnya.
Apakah oknum itu mengamuk karena ditegur polisi, hal itu belum jelas benar. Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Ali Hamdan Brogda, direncanakan baru akan memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait hal ini, sekitar pukul 19.00 WIT di Taman Imbi, Jayapura.
(fay/nrl)











































