Β
"Tapi kebanyakan yang datang warga Belanda. Soalnya masyarakat di sini (Belanda menganggap restauran Indonesia sebagai dapur ke-2 mereka," jelas Ayun, pemilik Restauran Desa saat berbincang-bincang dengan detikcom.
Alasan warga Belanda menjadikan masakan Indonesia sebagai menu ke-2, mungkin dilatarbelakangi hubungan historis kedua negara yang panjang. Selama 350 tahun bangsa Belanda menduduki Indonesia.
Uniknya hubungan itu sampai sekarang masih berjalan walau beda generasi. "Yang datang ke sini justru anak-anak muda. Mereka biasanya datang berkelompok," terang Ayun, yang membuka rumah makan 'Desa" sejak 1997.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi bagi warga Indonesia yang melancong ke negeri kincir angin tidak perlu khawatir untuk mengisi perut. Apalagi di setiap sudut kota-kota di Belanda ada rumah makan yang menyajikan masakan Indonesia.
Sementara kata Jusuf Sokartara, warga Indonesia yang sejak 1970-an menetap di Belanda, harga makanan asal Indonesia yang harganya murah bisa dihitung dengan jari. Soalnya masakan Indonesia punya kelas tersendiri di Belanda.
"Orang di sini (Belanda) kalau datang ke restauran Indonesia umumnya berpakain rapi seperti memakai stelan jas. Jadi makan di restauran Indonesia punya kesan mewah bagi warga Belanda," pungkas Jusuf.
(ddg/iy)











































