Masakan Indonesia Jadi Menu Kedua Orang Belanda

Laporan dari Belanda

Masakan Indonesia Jadi Menu Kedua Orang Belanda

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 13:39 WIB
Masakan Indonesia Jadi Menu Kedua Orang Belanda
Amsterdam - Rumah makan di Jalan Ceintuurbaan 103, Amsterdam, Belanda, hampir tidak pernah sepi. Rumah makan yang menyajikan aneka makanan Indonesia itu, selalu kedatangan konsumen. Mereka umumnya pelancong dari Indonesia, warga Indonesia di Belanda atau pun warga asli Belanda.
 
"Tapi kebanyakan yang datang warga Belanda. Soalnya masyarakat di sini (Belanda menganggap restauran Indonesia sebagai dapur ke-2 mereka," jelas Ayun, pemilik Restauran Desa saat berbincang-bincang dengan detikcom.

Alasan warga Belanda menjadikan masakan Indonesia sebagai menu ke-2, mungkin dilatarbelakangi hubungan historis kedua negara yang panjang. Selama 350 tahun bangsa Belanda menduduki Indonesia.

Uniknya hubungan itu sampai sekarang masih berjalan walau beda generasi. "Yang datang ke sini justru anak-anak muda. Mereka biasanya datang berkelompok," terang Ayun, yang membuka rumah makan 'Desa" sejak 1997.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di rumah makan ini tersaji sejumlah menu favorit di Indonesia, seperti rendang, gado-gado, rawon, dan nasi goreng. Tidak ketinggalan, pisang goreng, batagor dan siomay, juga tersedia dalam daftar menu.

Jadi bagi warga Indonesia yang melancong ke negeri kincir angin tidak perlu khawatir untuk mengisi perut. Apalagi di setiap sudut kota-kota di Belanda ada rumah makan yang menyajikan masakan Indonesia.

Sementara kata Jusuf Sokartara, warga Indonesia yang sejak 1970-an menetap di Belanda, harga makanan asal Indonesia yang harganya murah bisa dihitung dengan jari. Soalnya masakan Indonesia punya kelas tersendiri di Belanda.

"Orang di sini (Belanda) kalau datang ke restauran Indonesia umumnya berpakain rapi seperti memakai stelan jas. Jadi makan di restauran Indonesia punya kesan mewah bagi warga Belanda," pungkas Jusuf.

(ddg/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads