"Jelas mereka (NII KW 9) tidak mau mengakui NKRI. Siapapun yang menentang Undang-undang harus dilumpuhkan. Kalau aparat intel tidak tahu berarti ada yang salah," kata politisi senior Partai Golkar ini kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Priyo juga menyayangkan mengapa intelijen bisa kecolongan dengan pengkaderan NII di kampus-kampus ternama di Indonesia. Menurutnya pengkaderan tersebut telah merekrut anak-anak terbaik bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai isu pemimpin NII KW 9 adalah Panji Gumilang, yang juga merupakan pemimpin ponpes Al Zaytun, Priyo enggan berkomentar. Ia hanya menegaskan pihak yang tidak mau mengakui negara Indonesia harus segera dijinakkan.
"Saya minta perhatian penuh kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah terbaiknya untuk melumpuhkan teroris ataupun organisasi tidak lazim yang mengancam negara," kata Wakil Ketua DPR ini.
(feb/nwk)










































