"Tidak apa-apa, itu ekspresi masyarakat, biasa saja," kata Priyo di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/20011).
Priyo mengatakan, kritikan dari para seniman itu harus diterima dengan lapang dada. Dia juga meminta kalau Istana dikritik harus juga bisa menerimanya.
"Sekali-kali Istana kalau dikritik ya harus diterima," katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (27/4), 9 orang seniman melukis di sekitar Gedung DPR dengan tema WC umum. 9 Pelukis tersebut bernama Yahya, Deen, Karmanto, Juang, Ridwan, Willy, Odji, Hardi, dan Kasiman Li.
Setelah melukis, para seniman itu kemudian berorasi. Dalam orasinya, seorang pelukis ini mengaku kecewa dengan pemberitaan di media massa mengenai tingkah laku anggota Dewan seperti studi banding ke luar negeri, pembangunan gedung baru, pornografi, dan lainnya.
(nal/nrl)











































