Komisi I DPR: Radikalisme Tumbuh Subur karena Ketidakadilan

Komisi I DPR: Radikalisme Tumbuh Subur karena Ketidakadilan

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 12:54 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan merebaknya radikalisme di Tanah Air muncul karena ketidakadilan dan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. Munculnya NII disebutkan berawal dari paham radikalisme yang dulu sempat disebut sebagi ekstrim kanan.

"Istilah ekstrim kiri sudah tak dipakai oleh pemerintah sekarang, tapi menyebutnya dengan istilah radikalisme. Mengapa subur di Indonesia, karena ada lingkungan sosial yang baik tapi juga ada penyebab khusus seperti ketidakadilan, kekecewaan dan lainnya," ujar Hasanuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Ia mengatakan radikalismae ini yang menguatkan berdirinya ormas radikal. Munculnya NII, menurut Hasanuddin, tak terlepas dari hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sejak 30 tahun silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyebaran indoktrinasi NII sesungguhnya sudah ada sejak tahun 80-an. Tapi saat itu pers tidak sempat menciumnya, sementara pemerintah memberinya label ekstrim kanan," terangnya.

Kini saat NII semakin tersebar luas, pemerintah tak bisa banyak berbuat. Karena tidak ada landasan hukum yang kuat untuk memberantas ekstrim kanan ini.

"Di era reformasi informasi NII tersebar luas setelah media memberitakannya, tapi aparat tak bisa mengambil tindakan karena tak ada dasar hukum yang kuat, pasal mana yang telah dilanggar, dalam hal ini negara tak bisa menghukum wacana sekelompok orang, kecuali ada bukti awal kuat akan melakukan kejahatan atau perbuatan pidana," jelasnya.

(van/gun)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini