Polisi mengungkapkan tersangka otak teror bom buku dan Serpong, Pepi Fernando pernah bergabung dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Namun diduga aksi-aksi Pepi bukan dikomandoi NII.
"Terlepasnya dari besar pengaruh NII, kita belum melihat NII dratis melakukan gerakan bersenjatanya," ujar pengamat intelijen Andi Widjojanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mempertanyakan apakah benar Pepi memang benar direkrut NII untuk melakukan misi-misi bom. Diduga Pepi malah melakukan misi-misinya sendiri.
"Okelah dia terlibat tapi apakah benar dia direkrut NII, untuk jawaban itu. Belum ada komando NII untuk Pepi-nya," prediksi Andi.
Sebelumnya Mabes Polri mengungkap Pepi pernah terlibat NII. Namun sepak terjang Pepi di NII tidak lama.
"Dia pernah masuk jadi aktivis NII tahun 1998," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (27/4) kemarin.
(rdf/gun)











































