"Itu masukan berharga untuk koreksi ke depan. Saya ingin mengoreksi keseluruhan kunjungan kerja ke luar negeri. Kali ini pokoknya harus ada koreksi, kami akan lebih selektif sebelum menyetujui rencana kunjungan kerja ke luar negeri," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Priyo mengimbau agar semua kunjungan kerja DPR ke luar negeri dilakukan pada saat yang tepat, tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. "Memang secara etik itu harus dilakukan. Saya setuju kunjungan kerja jangan sampai salah sasaran," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang berkeinginan untuk membenahi studi banding ke luar negeri. Meskipun studi banding ini diperlukan untuk dewan," tutupnya.
Kunjungan rombongan Komisi VIII DPR diprotes oleh pelajar Indonesia di Australia. Mereka memprotes kunjungan DPR yang dilakukan di masa reses parlemen Australia. Kunjungan Komisi X DPR juga dilakukan pada masa reses parlemen Spanyol. Sejumlah warga Indonesia di Spanyol juga melihat anggota DPR di pusat kota Madrid.
(van/nik)










































