Hal ini disampaikan SBY saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2012 di gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2011). Kegiatan ini dihadiri para menteri danย seluruh kepala daerah mulai dari tingkat bupati/walikota hingga gubernur.
SBY pertama menyoroti masalah terorisme yang memberikan dampak buruk bagi masa depan bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari kita utamakan upaya pencegahan sedini mungkin," kata SBY yang membacakan teks ini.
Kedua, SBYย juga 'menyentil' gerakan radikalisasi yang bermotifkan agama dan ideologi.
"Ini radikalisasi yang salah, bukan agamanya. Kalau ini kita biarkan juga akan mengancam karakter dan perilaku rakyat kita. Kantong-kantong masyarakat bahkan elemen masyarakat kita dibikin radikal, lalu menyukai kekerasan, melawan hukum dan melakukan sejumlah kekerasan yang mencemaskan," papar dia.
Menurut SBY, apabila hal itu dibiarkan maka dalam jangka panjang akan mengubah karakter bangsa Indonesia, manusia Indonesia yang sesungguhnya toleran, mencintai kerukunan dan suka ketenteraman.
"Kita juga merasakan dari berbagai bukti kesaksian, penuturan, dan hasil investigasi sebagian generasi muda kita dijadikan sasaran dan akhirnya mereka menjadi korban. Ini pun jangan kita biarkan," kata SBY yang mengenakan setelan jas ini.
SBY mengajak segenap elemen tidak apatis untuk mencegahnya.
"Kita pun tidak boleh pasif membiarkan begitu saja. Mari kita ambil tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan masyarakat kita, negeri kita, bangsa kita dan menyelamatkan Indonesia," imbau SBY.
(aan/nrl)











































