"Misalnya ada anggota DPR yang membawa keluarga, sungguhpun biaya sendiri tiket ditanggung sendiri, diharapkan tidak membawa. Karena akan cukup menganggu proses kunjungan dan persiapan-persiapan," kata Taufik.
Hal ini disampaikan Taufik menanggapi sejumlah anggota Komisi VIII dan X DPR yang membawa serta dalam kunjungan kerja ke Australia dan Spanyol. Taufik mengatakan ini kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau FPAN tidak boleh mengajak keluarga. Itu arahan Ketua Umum. Walaupun tidak dari APBN akan menganggu optimalisasi dan sedikit banyak membebani tugas staf kedutaan. Yang jelas saya pastikan keluarga tidak dibiayai DPR," terangnya.
Sejumlah anggota FPAN yang ke luar negeri membawa anggota keluarganya pun bisa terkena sanksi serius. "Itu nanti kita evaluasi," ucapnya.
Namun mengenai kunjungan di masa reses parlemen Austalia dan Spanyol, Taufik tak menyalahkan. Alasannya, kunjungan DPR ke luar negeri tidak melulu untuk bertemu dengan parlemen negara luar.
"Rencana kunker ini merupakan proses panjang. Melalui rapat internal komisi, lalu dikomunikasikan juga dengan dubes negara tujuan kunjungan. Kunjungna kerja tak harus mengunjungi parlemen. Bisa saja on the spot kementeriannya," jelasnya.
(van/gun)











































