"Kita menemukan adanya sejumlah KTP (kartu tanda penduduk). Ada 6 KTP," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (28/4/2011).
Boy menjelaskan, keenam KTP itu memiliki alamat berbeda. KTP Andhika sebagian domisili di Jakarta, dan sebagian lagi di luar Jakarta. "Ada daerah Bogor Cileungsi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sesuatu yang tidak wajar. Apakah dimanfaatkan lain-lainnya masih didalami," lanjut dia.
Boy juga enggan menjelaskan hubungan Andhika dengan Malinda. Apakah suami asli, anak angkat atau hanya teman biasa.
"Kita tidak melihat itu. Yang dilihat fakta keterkaitan. Apakah ada hubungan-hubungan khusus yang lainnya apa di antara mereka silakan dicari sendiri," elak mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya ini.
Andhika ditangkap penyidik, pada Selasa 26 April 2011 pukul 14.30 WIB di daerah Jakarta Selatan. Andhika Gumilang resmi menyandang status tersangka lantaran diduga ikut menikmati dana nasabah Citibank yang ditilep Malinda pada Rabu 27 April 2011. Andhika juga diduga tahu aksi penilepan uang yang dilakukan Malinda. Pemuda tampan ini bahkan diduga menerima uang Rp 311 juta dari Malinda.
Selain Andhika dan Malinda, polisi menetapkan 3 tersangka lainnya yakni D (teller Citibank), R dan B (head teller Citibank). Mereka diduga melakukan tindak pidana pencucian uang.
Andhika Gumilang yang juga bintang iklan ini disebut polisi sebagai suami Malinda. Namun belakangan pengacara Malinda membantahnya, Andhika hanya dianggap sebagai anak angkat. Suami asli Malinda adalah seorang pengusaha showroom mobil bernama Adus Ali.
(ape/aan)











































