Menko Polhukam: Kurang Kerjaan Intelijen & Militer Bekingi NII KW 9

Menko Polhukam: Kurang Kerjaan Intelijen & Militer Bekingi NII KW 9

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 10:53 WIB
Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto menepis tudingan sejumlah kalangan yang menyebut intelijen dan militer berada di balik NII KW9 yang melakukan praktik cuci otak. Djoko menegaskan tudingan itu tidak benar.

"Tidak ada, tidak ada. Isu itu dari mana. Kayak kurang kerjaan saja TNI sama intelejen," kata Djoko di Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Namun lebih lanjut Djoko mengimbau semua elemen masyarakat mewaspadai terhadap tindakan-tindakan mempengaruhi orang untuk berbuat kejahatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mendirikan negara Islam. itu musuh kita semua," kata purnawirawan jenderal ini.

Sebelumnya banyak pihak mengkait-kaitkan kelompok NII KW9 dengan pesantren Al Zaytun di Indramayu. Salah satunya mantan Wakil Ketua MPR AM Fatwa yang kini senator dari DKI Jakarta. Bahkan dia menilai pimpinan pesantren itu Panji Gumilang dekat dengan militer.

"Ya ini memang unik ya, pemimpin NII Panji Gumilang memang pemimpin TII (Tentara Islam Indonesia) dia mendapat bantuan dari militer era Soeharto dan luar biasa asetnya itu," ujar Fatwa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4).

Sementara itu, pengurus Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jabar, menyangkal lembaganya terkait NII. "Al Zaytun ini pusat pendidikan, pengembangan budaya toleransi, bukan yang lainnya. Dan Al Zaytun ini berdiri di atas legal formal di bawah Yayasan Pesantren Indonesia," kata Sekretaris Pesantren Al Zaytun, Abdul Halim, kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).


(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini