“Saya dicegat segerombolan orang. Saya mau dipukuli. Mereka mencegah saya untuk jadi pengacaranya, agar tidak banyak bicara,” kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Kamis (28/4/2011).
Kamarudin menuturkan, kejadian itu terjadi di Rutan Pondok Bambu, sesaat setelah dirinya menjenguk Rosa yang ditahan di rutan. Ditanya apakah ancaman itu ada hubungannya dengan pernyataan Kamaruddin yang dilontarkan selama menjadi kuasa hukum Rosalina, ia mengaku tidak tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komaruddin mengatakan dirinya banyak menerima kiriman SMS (Short Message Service) untuk mencabut kuasa hukum Rosalina.
“Saat kita antar ke (Rutan) Pondok Bambu ada segerombolan orang mencegat minta cabut surat kuasa hukum. Mereka juga mengancam akan membunuh,” kata Kamaruddin.
Apakah ada politisi yang jadi otak di belakang aksi ini? "Tidak tahu siapa yang mengutus mereka," kata Kamaruddin.
(fjp/gun)











































