KPK Harus Telusuri Keterlibatan Politisi dalam Kasus Suap di Kemenpora

KPK Harus Telusuri Keterlibatan Politisi dalam Kasus Suap di Kemenpora

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 04:43 WIB
KPK Harus Telusuri Keterlibatan Politisi dalam Kasus Suap di Kemenpora
Jakarta - Pihak tersangka kasus dugaan suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Mirdo Rosa Manulang membenarkan adanya keterlibatan politisi dalam kasusnya. Terhadap hal ini, KPK pun didorong untuk menelusurinya secara tuntas.

"Menurut saya, KPK harus menelusuri siapa saja yang terlibat. Tidak hanya birokrat, tapi juga politisi," ujar aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/4/2011) malam.

Emerson menduga, kasus suap yang menyeret Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharam ini erat kaitannya dengan mafia anggaran dan perubahan APBN. Bisa dimungkinkan jika politisi terlibat di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menduga proses ini tidak bisa lepas dari mafia anggaran, pada umumnya melibatkan politisi Senayan," tutur Emerson.

Emerson menambahkan, permasalahan mafia anggaran yang diduga menyeret politisi Senayan ini bisa saja merambah lintas komisi. Maksudnya, dalam kasus ini tidak melulu melibatkan politisi yang menjadi anggota Komisi X yang membidangi olahraga.

"Kalau soal isu mafia anggaran, bisa lintas komisi. Ini kan dalam konteks memuluskan proyek, bisa jadi dia punya pengaruh di komisi lain," terang dia.

Menurut dia, KPK harus jeli dalam menelusuri hal ini. Pasalnya, kasus-kasus seperti ini pernah terjadi sebelumnya.

"KPK harus menelusuri indikasi keterlibatan politisi. Jangan penangkapan saja, tapi harus ditelusuri keterlibatan yang lain. Ini kan kasusnya mirip dengan yang sebelum-sebelumnya, tidak mungkin jalan sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rosa, Kamarudin Simanjuntak menyatakan, kliennya hanya disuruh oleh atasannya untuk menjadi perantara pertemuan antara Seskemenpora Wafid Muharam dan Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris. Menurutnya, Rosa bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perantara proyek dan atasan Rosa merupakan seorang politisi.

"Atasannya politisi. Dia hanya disuruh," ujar Kamarudin yang enggan menyebut dari partai mana atasan kliennya tersebut.

Sempat beredar rumor bahwa atasan Rosa adalah Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Namun Nazaruddin yang merupakan anggota Komisi III DPR membantah keras rumor tersebut.

Saat dikonfirmasi detikcom, Nazaruddin menjelaskan, dia sama sekali tidak pernah tersangkut dengan kasus dugaan korupsi tersebut. Dia pun mengaku tidak kenal Rosa.

"Saya tidak punya staf namanya itu, staf saya namanya Nuril dan Eva," kata Nazaruddin.

KPK menangkap tangan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam yang sedang menerima suap terkait pembangunan sarana SEA Games Palembang. KPK juga menangkap Mohamad El Idris seorang pengusaha dan Mirdo Rosa Manulang yang juga broker dalam dugaan suap menyuap ini. Saat ditangkap, cek tunai Rp 3,2 miliar turut disita. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.


(nvc/lrn)


Berita Terkait