Kritik ini disampaikan Panda saat hakim di Pengadilan Tipikor memberitahu jadwal sidang perkara suap DGS BI selanjutnya.
"Dari pengalaman bersidang, bagaimana bisa tepat waktu," jelas Panda di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2011).
Panda mengeluh tidak tepat waktunya jadwal pengadilan ini bersidang. Pasalnya, dengan ketidakjelasan waktu, ia bersama keluarganya harus menunggu di ruang tunggu pengadilan ini yang kotor.
"Ruang tunggu pengap, tidak ada meja, kursi, karpetnya busuk," papar Panda yang masih menjabat Anggota DPR Komisi Hukum yang membawahi masalah-masalah seperti ini.
Kondisi ini, kata Panda, cukup menyedihkan. Terlebih lagi pengadilan ini bakal menjadi panutan bagi pengadilan tipikor di daerah.
Ruang tunggu pengadilan tipikor sebenarnya lumayan besar. Namun seluruh terdakwa yang akan bersidang, harus menunggu di tempat ini.
Jika ada satu saja yang merokok, ruangan ini akan terasa sangat pengap. Belum lagi jika ada keluarga terdakwa yang masuk ke dalam.
(mok/ndr)











































