Dengan membawa kanvas masing-masing, 9 pelukis ini pun memulai melukis sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (27/4). 9 Pelukis ini bernama Yahya, Deen, Karmanto, Juang, Ridwan, Willy, Odji, Hardi, dan Kasiman Li. Anggota DPR Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul, mengaku kenal baik dengan salah satu pelukis, Hardi.
"Hardi itu kan pelukis dan sahabat saya, dia itu pelukis perjuangan. Beberapa lukisan saya juga pernah dilukis dia," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan melukis tempat yang indah. Kalau nggak ada toilet, pagi-pagi kita bagaimana," komentarnya.
Menurut Ruhut, aksi para pelukis itu adalah bentuk kritik terhadap DPR. Ruhut mengaku memahami seutuhnya.
"Kita positive thinking Hardi itu memiliki feeling politik yang baik dan mengerti politik. Mungkin ada ketidakpuasan, saya mengerti dan menghormati," jelas Ruhut.
Ruhut menambahkan, para seniman selalu berbicara dengan hati. Tugas DPR adalah menampung semua suara rakyat, termasuk aneka kritikan.
"Seniman itu kan berbicara dengan hati. Di sini kita wakil rakyat, harus menampung semua keluhan mereka. Karena suara rakyat sama dengan suara Tuhan," kata dia.
(fay/nrl)










































