Gus Choi: Undang Panji Gumilang dan Pakar Berdiskusi

Gus Choi: Undang Panji Gumilang dan Pakar Berdiskusi

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2011 16:44 WIB
Gus Choi: Undang Panji Gumilang dan Pakar Berdiskusi
Jakarta - Nama Panji Gumilang sering disangkutpautkan sebagai pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 yang belakangan ini mencuat menyusul maraknya kasus penipuan dengan cuci otak berkedok doktrin agama.

Meski begitu, belum ada pihak yang bisa membuktikan keterlibatan pemimpin dan pendiri pesantren Al Zaytun itu dengan NII KW 9. Oleh karenanya, Effendy Choirie mengusulkan agar Panji Gumilang dan para pakar agama berkumpul untuk berdiskusi secara terbuka.

"Menurut saya, Panji disuruh merepresentasikan saja di sini (preesroom DPR). Suruh juga para pakar di sini. Itu bisa menjadi sesuatu yang menarik kan?" usul politisi PKB dalam acara peluncuran buku bertajuk 'Istiqomah Bersama Rakyat', karya Heryanto Prabowo, di pressroom gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Choi yang merupakan tetangga satu kecamatan dengan Panji Gumilang di Gresik, Jawa Timur, menilai Panji memiliki kepribadian yang baik. Ia melihat Panji sebagai tokoh agama yang berhasil karena mendirikan pesantren dengan ribuan santri yang dididiknya.

"Panji Gumilang itu tetangga saya di Kecamatan Bukun, Gresik. Dia orangnya baik. Dulu dia backgroundnya Muhammadiyah tapi saya tidak tahu ada benang merah atau tidak dengan NII," imbuhnya.

Menurut Gus Choi, terakhir kali ia bertemu dengan Panji sekitar lima tahun yang lalu. Saat itu Gus Choi dan Panji Gumilang hadir ke sebuah acara sebagai pembicara. Acara tersebut bertajuk bagaimana menyejahterakan Gresik dan memanfaatkan potensi untuk kesejahteraan Gresik.

"Saya tidak pernah melihat ada sesuatu yang aneh dengan Panji. Kami memang tidak pernah berdebat masalah ideologi, hanya membicarakan masalah seputar Gresik. Saya melihat ia sebagai tokoh anak Gresik yang sukses," ujar pria yang masih menjabat sebagai anggota Komisi I DPR ini.

Seingat Gus Choi, Panji yang bernama asli Abdussalam pernah bersimpati terhadap ideologi negara Islam. Namun ia tidak tahu apakah Panji juga yang mengajarkan ideologi NII dan menghasut orang-orang dengan mencuci otaknya.

"Saya tidak tahu apakah ada kaitannya dia dengan NII. Tapi yang saya pahami dia bersimpati dengan ideologi negara Islam," kata Gus Choi yang mengaku pernah diminta Panji untuk mampir ke pesantrennya.

Soal maraknya paham-paham yang radikal, Gus Choi meminta agar pemerintah segera mencari di mana pusat pengajaran paham tersebut. Selama paham tersebut tidak mengajarkan seseorang untuk melakukan tindakan terorisme, pemerintah sebaiknya hanya perlu memantau. Namun bila paham itu menjadikan seseorang menjadi teroris, pemerintah perlu menindak tegas.

(feb/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads