Psikolog UI: Berjihad Tanpa Komando, Target Teroris Suka-suka

Psikolog UI: Berjihad Tanpa Komando, Target Teroris Suka-suka

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2011 15:02 WIB
Psikolog UI: Berjihad Tanpa Komando, Target Teroris Suka-suka
Jakarta - Teroris mungkin sudah kehilangan pentolannya seperti Dulmatin dan Noordin M Top. Tetapi ancaman teror bukan berarti mereda. Target serangan menjadi sesuka hati mereka.

"Teroris mustahil bekerja sendiri pasti sedikit berjaringan. Tapi yang terjadi sekarang karena pemimpinnya mulai hilang jadi mereka berjihad tanpa komando. Jadi target teroris sekarang ini makin berbahaya karena targetnya random. Siapapun bisa dianggap thoghut dan jadi target, jadi suka-suka dia," ujar Psikolog dari Universitas Indonesia, Hamdi Moeloek, dalam diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Karenanya, aparat keamanan harus bekerja maksimal. Memangkas jaringan teroris tak lebih mudah dari memangkas jaringan narkoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teori terorisme ini pararel dengan teori narkoba. Kalau suplai narkoba banyak kan banyak yang memakai. Kita mau putus di suplainya atau pemakainya agar nggak masuk narkoba ke Indonesia, artinya orang-orang yang punya potensi teroris harus diamankan. Kalau menurut saya harus dua-duanya," tuturnya.

Disinilah kinerja intelijen diperlukan. Menjadi tugas utama intelijen mengendus aksi underground sebelum jaringan teroris menebar ancaman teror di tengah masyarakat.

"Suplai memang urusan badan intelijen. Siapa yang jihad keras-keras ini urusan intelijen harus nyari di mana tempat jihadnya, siapa aja pesertanya. Karena ini kerjaan ulama yang menyelewengkan ajaran Islam," tandasnya.

(van/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads