Investigasi dilakukan oleh Walhi Sumsel dan kronologi itu dirilis, Rabu (27/4/2011). Berikut kronologi bentrokan Mesuji versi Walhi Sumsel:
17 April 2011
PT Sumber Wangi Alam (SWA) memberitahukan pada 18 April 2011, perusahaan akan mengajak bertemu di lahan sengketa untuk penyelesaian sengketa. Masyarakat merasa gembira atas kabar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat datang ke lokasi yang dijanjikan dan menunggu. Ternyata, pihak perusahaan tidak ada yang datang.
Kamis, 21 April 2011
Masyarakat kembali datang ke lokasi lahan.
11.00 WIB
Masyarakat mendengar suara tembakan yang tidak jauh dari lokasi tempat masyarakat menunggu. Setelah dilihat ternyata warga mendapati satu orang warganya tewas dibunuh dengan leher digorok dan nyaris putus serta luka tembak sebanyak tiga lubang.
Korban bernama Indra Syafei (19). Sekitar 30 meter dari Indra Syafei, warga juga mendapati warganya bernama Saktu (20) terkapar bersimbah darah dengan telinga dan bahu dibacok. Sebilah pisau belati masih menancap di pundaknya.
Pada saat ditemukan, Saktu masih bernapas dan masih bisa bicara, almarhum menyampaikan pesan terakhir kepada warganya, "Jangan tinggalkan aku, tolong aku. Aku dikeroyok oleh satpam dan petugas". Tidak lama kemudian, dalam perjalanan Saktu menghembuskan napas terakhirnya.
Siang hari
Dalam perjalanan evakuasi jenazah Indra Syafei dan Saktu, warga yang panik bertemu dengan puluhan satpam dengan seragam security dan 'preman' yang tidak jauh dari base camp perusahaan. Maka secara spontan terjadilah bentrok dengan satpam dan preman tersebut. Bentrokan ini kemudian menyebabkan 5 orang dari perusahaan tewas.
(tw/fay)











































