"Polda Sumsel juga menyatakan tidak ada penggunaan senjata dalam bentrokan tersebut. Namun Polda Sumsel berjanji akan melacak informasi yang didapatkan Komnas HAM tentang adanya korban jiwa yang terkena peluru tajam," kata Wakil Ketua Komnas HAM Nurkholis, di Palembang, Rabu (27/4/2011).
Menurut Nurkholis, Komnas HAM sudah melakukan penelusuran fakta selama dua hari di Kayuagung dan Palembang. Korban jiwa tercatat ada tujuh orang. Dua korban dari masyarakat, dan lima korban dari pihak perusahaan PT Sumber Wangi Alam (SWA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Nurkholis, pihaknya masih melacak kehadiran Pam Swakarsa di lokasi perkebunan yang kabarnya dipekerjakan oleh perusahaan. Komnas HAM pun segera akan bertemu dengan perwakilan PT SWA.
"Sebab bentrokan berdarah itu berdasarkan informasi dan data sementara dimulai dari aksi pembunuhan yang dilakukan Pam Swakarsa terhadap warga," ujarnya.
Tentang Pam Swakarsa ini, lanjut Nurkholis, Polda Sumsel mengaku tidak mengetahuinya. "Artinya tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan kepolisian terkait kehadiran Pam Swakarsa di lokasi perkebunan yang tengah dipanen perusahaan," lanjutnya.
Terhadap kasus tersebut, untuk sementara Komnas HAM menduga adanya pelanggaran HAM serius. "Tapi kita masih terus mencari data dan faktanya," katanya.
(tw/fay)











































