"Kita akan jemput bola bertemu rektor-rektor. Kita sudah komunikasikan," ujar Dirjen Binmas Islam, Prof Dr Nasaruddin Umar, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/4/2011).
Dia menjelaskan, diharapkan bisa ada solusi untuk menghadapi aliran NII yang giat menyasar mahasiswa guna direkrut dijadikan anggota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenag juga siap membantu mereka yang menjadi korban cuci otak dengan memberikan tempat khusus. Nantinya akan diberikan pembimbing yang memberikan pemahaman yang benar.
"Kita juga berharap kegiatan ekstrakurikuler organisasi Islam seperti HMI, PMII, KAMMI, lebih aktif lagi. Mereka bisa mencegah aliran sesat," imbuhnya.
Selain itu salah satu cara lainnya yakni menambah jam kuliah pendidikan agama. "SKS bisa ditambah, jadi tidak hanya 2 saja, untuk di kampus umum," tuturnya.
(ndr/nrl)











































