"FPI Kepri dengan tegas menolak acara parade bikini tersebut. Apapun alasannya, kita tetap tidak setuju dibuat acara yang tidak sesuai dengan akidah Islam," kata Sekretaris FPI Kepri, H Arles dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/4/2011).
Menurut Arles, menyikapi acara parade bikini pihak FPI Kepri akan segera menggelar rapat dengan DPP FPI. Koordinasi dengan DPP FPI untuk menentukan sikap terhadap acara 'parade bikini' di Lagoi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arles, acara yang ditayangkan stasiun televisi internasional Fashion TV tersebut dinilai tidak ada manfaatnya untuk umat Islam. Acara tersebut dinilai banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.
"Kita anggap acara tersebut tidak ada manfaatnya dari sudut pandang manapun. Dari sudut kebudayaan, acara tersebut tidak sejalan dengan budaya Melayu yang identik dengan Islam. Apa lagi dari segi agama, jelas acara itu bertentangan sekali," kata Arles.
Sebelumnya MUI Kepri juga menolak acara tersebut. MUI menilai parade bikini di lokasi kawasan Lagoi dianggap bertentangan dengan ajara Islam.
Namun demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Kepri tidak mempersoalkan acara tersebut. Sekalipun acara Beach Party Fashion nantinya menggelar parade bikini, hal itu dianggap lumrah.
"Kalau pakai bikini di pantai kan biasa saja dan sah saja. Lain hal kalau acaranya telanjang bulat, itu baru kita larang," kata Kadis Pariwisata Bintan, Akit kepada detikcom.
(cha/fay)











































