PPI Minta Studi Banding Fakir Miskin DPR ke Australia Direkam

PPI Minta Studi Banding Fakir Miskin DPR ke Australia Direkam

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2011 10:04 WIB
Jakarta - Niat anggota Komisi VIII DPR yang akan studi banding tentang fakir miskin di Australia sudah tak terbendung. Karena itu, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia akan mengawasi semua kegiatan anggota Dewan, termasuk melakukan perekaman.

Permintaan ini sebetulnya sudah disampaikan dalam surat protes PPI Australia sebelumnya. Mereka meminta agar ada tiga orang anggota PPI yang diikutsertakan dalam rombongan untuk mengikuti, merekam dan mengabarkan semua kegiatan selama di Australia. Namun, Komisi VIII DPR tidak meresponsnya dengan baik.

"Sehubungan dengan itu, PPI Australia kembali merekomendasikan kepada Komisi VIII DPR RI untuk merealisasikan hal tersebut dalam upaya Komisi VIII DPR untuk menumbuhkembangkan keterbukaan informasi antara rakyat dengan Komisi VIII yang memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar Muhammad Subhan Zein, ketua umum PPI Australia, lewat siaran pers kepada detikcom, Rabu (27/4/2011).

Tidak hanya itu, PPI Australia juga meminta agar ada acara dialog antara mahasiswa, warga Indonesia dan media Indonesia di Australia. Termasuk memanfaatkan sumber-sumber informasi dari kalangan mahasiswa yang berkaitan dengan misi studi banding.

"Selain itu, PPI Australia berpendapat Komisi VIII DPR juga bisa mengoptimalkan peran Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia Internasional/OISAA yang beranggotakan PPI dari 45 negara untuk membandingkan lebih jauh penanganan fakir miskin juga dilakukan di negara lain," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII dari FPKS, Ahmad Zainuddin, mengaku Komisi VIII DPR mengunjungi parlemen Australia yang tengah reses (libur sidang). Namun kunjungan ini bukan digunakan untuk berwisata ke negeri Kanguru.

Rombongan akan berada di Australia hingga awal Mei 2011.

(mad/nrl)


Berita Terkait