Gangguan penerbangan ini disampaikan Airpot Duty Manager SSK II, Gurit Setyawan, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/4/2011) di Pekanbaru. Menurutnya, sejak pukul 06.00 - 06.30 WIB jarak pandang di bandara hanya 200 meter. Kondisi kabut yang disebabkan embun yang begitu pekat terus bertahan sampai pukul 07.00 WIB.
"Hingga pukul 07.00 tadi jarak pandang hanya 500 meter. Kondisi jarak pandang di bawah normal ini membuat jadwal keberangkatan dan kedatangan mengalami penundaan," kata Setyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garuda akhirnya terbang ke Jakarta pada pukul 08.15 WIB. Sedangkan Lion menuju Jakarta akhirnya terbang pada pukul 08.45. WIB," kata Setyawan.
Sedangkan jadwal kedatangan juga mengalami penundaan. Pewat Silk Air yang datang dari Singapura yang sudah berada di wilayah udara Pekanbaru tidak berani mendarat pada pukul 06.30 tadi.
Jarak pandang yang terbatas hanya 200 meter, membuat pilot Silk Air tidak mau ambil risiko. Keterbatasan jarak pendang, akhirnya pilot mengambil keputusan untuk kembali ke Singapura.
"Hingga pukul 09.00 ini, kita belum dapat konfirmasi dari pihak maskapai kapan akan mendarat di Pekanbaru. Belum ada keterangan dari pihak Silk Air," kata Setyawan.
(cha/nrl)











































