Pertemuan Ulama-Habib Putuskan Tolak Mega-SBY

Pertemuan Ulama-Habib Putuskan Tolak Mega-SBY

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2004 17:25 WIB
Jakarta - Coblosan pilpres kian dekat dan aksi dukung masih berlanjut. Belasan ulama dan habib yang menggelar Muzakarah Nasional XIX sepakat untuk menolak pasangan Mega-Hasyim dan SBY-Kalla.Muzakarah (pertemuan) itu digelar di Gedung Joang, Jl.Menteng Raya, Jakpus, Minggu (13/6/2004) pagi hingga petang. Muzakarah itu bertujuan menentukan pemimpin bangsa dan diikuti sekitar 15 pemimpin ormas Islam dari Jawa dan Sumatera.Ormas itu antara lain Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS), dan Ikhwanul Muslimin (IM).Dalam keterangan pers usai pertemuan berakhir, Muchsin Alatas dari FPI membacakan rekomendasi pertemuan. Pertama, menyarankan pada umat Islam untuk memilih pasangan capres-cawapres sesuai dengan syariat Islam. Kedua, syuro ulama menolak pasangan Megawati-Hasyim, SBY dan Kalla.Alasan menolak Mega karena jelas dia tidak memenuhi syariat Islam yang mengharamkan wanita menjadi pemimpin. Kedua, Mega tidak aspiratif terhadap umat islam, karena melakukan penangkapan-penangkapan terhadap aktivis Islam.Sedangkan alasan menolak SBY karena dulu selaku menko polkam, dia merupakan otak penangkapan aktivis Islam. "Kami memiliki bukti bahwa SBY adalah otaknya," tegas Muchsin.Jika nanti ternyata Mega atau SBY yang terpilih sebagai presiden, para ulama dan habib peserta muzakarahtetap menolak mereka.Menurut mereka, kriteria pemimpin yang memenuhi syariat Islam, yaitu harus Muslim, pria, tidak terlibat korupsi, bukan antek asing, danm tidak menghalangi dakwah Islam.WirantoDr. Helmy dari FPIS dalam jumpa pers juga membantah rekomendasi ulama itu mengarahkan umat Islam pada salah satu nama. "Pilihan tetap terserah pada masing-masing pemilih," katanya.Dia membantah nantinya suara ormas Islam peserta muzakarah akan diarahkan ke Wiranto. "Kami akui Wiranto tidak termasuk salah satu yang ditolak karena Wiranto mempunyai kontribusi dalam menegakkan syariat Islam di Aceh. Dia tidak pernah menyusahkan umat Islam," kata Helmy.Bagaimana dengan tuduhan Wiranto melakukan pelanggaran HAM? "Itu kan baru dugaan yang dibesar-besarkan media. Bukti dari pengadilan belum ada, belum ada kekuatan hukum yang membenarkan dugaan tersebut," jawab Helmy.Lho tuduhan pada SBY sebagai otak penangkapan aktivis Islam kan belum ada bukti hukumnya juga? "Kami punya bukti-bukti transkrip pembicaraannya di AS. Sedang masalah Wiranto itu urusan mahasiswa untuk membuktikannya," jawab Helmy. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads