Kisah TKI di Kapal Labobar, dari Melahirkan Hingga Mabuk Laut

Kisah TKI di Kapal Labobar, dari Melahirkan Hingga Mabuk Laut

- detikNews
Rabu, 27 Apr 2011 01:32 WIB
Jakarta - Sebanyak 2.349 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang izin tinggalnya telah habis dan bermasalah di Jeddah sedang dalam perjalanan pulang menuju pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Banyak cerita yang terjadi di kapal selama perjalanan. Mulai dari TKI yang melahirkan sampai mabuk laut.

Berikut cerita bahagia sampai duka para TKI selama di kapal yang disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (27/4/2011).

Setelah pada hari Minggu (24/4) lalu pukul 09.30 waktu setempat seorang TKI bernama Nurdiana Binti Dirus melahirkan  bayi laki-laki, hari Selasa (26/4) kemarin, seorang TKI bernama Maryam Binti Zuheri Karna (35) juga melahirkan bayi perempuan pada pukul 10.45 waktu setempat. Saat itu posisi kapal sedang berada di lautan bebas Samudera Hindia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi mungil itu lahir dengan selamat, beratnya 3 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Dia diberi nama Annisa Meganur Labobarina.

Kabar bahagia itu didapat Jumhur dari  petugas pendataan WNI/TKI BNP2TKI, Imam Bukhori, yang menyertai para TKI di dalam KM Labobar. Namun, sang bayi sempat mengalami kesulitan nafas dan tidak dapat menangis selama satu jam, untungnya keadaan itu tidak berlangsung lama.

Proses persalinan Maryam saat itu ditangani oleh dokter Sucahyo dan dokter Agung Setyawan serta sejumlah perawat dari Kementerian Kesehatan. Maryam adalah TKI asal Koja, Jakarta Utara.

"Maryam sudah bekerja empat tahun dengan perpanjangan kontrak, sehingga masa kerjanya telah habis dan mengalami overstay atau melanggar batas izin tinggal di Aarab Saudi," ujar Jumhur.

Tak hanya cerita bahagia, beberapa TKI juga mengalami kisah duka. Mereka banyak yang mengalami mual akibat mabuk laut, terlebih saat kapal baru mulai berjalan.

"Tentu saja mabuk laut ini dirasakan berat karena berakibat pusing dan rasa mual bagi para TKI. Bahkan, para petugas yang mengikuti WN/TKI di atas KM Labobar juga ikut mabuk sehingga tidak dapat bekerja untuk menangani WNI/TKI," tambahnya.

Untungnya, memasuki hari keempat para TKI mulai beradaptasi dengan goncangan yang terjadi di kapal. Walupun masih ada sesekali yang merasa pusing.

Kapal ini rencananya akan tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tanggal 3 Mei 2011 pukul 07.00 WIB. Ada pun rincian TKI yang diangkut di antaranya WNI eks umroh, TKI bermasalah, 29 TKI laki-laki, 169 anak-anak dan balita, termasuk 87 wanita dalam keadaan hamil 1-8 bulan lebih.

KM Labobar ini dikawal 46 TNI/Polri terdiri 14 anggota Marinir Batalyon Intai Amfibi, 6 personel Kopassus, serta 26 aparat kepolisian yang sebagain polisi wanita. Rombongan penumpang KM Labobar dipimpin Kolonel Laut (P) Nugroho Mujiyanto, yang juga Kepala Bidang Hubungan Multilateral Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kemenkopolhukam.

(lia/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini