Berdiri di Dua Partai, Golkar Minta Kadernya Memilih

Berdiri di Dua Partai, Golkar Minta Kadernya Memilih

- detikNews
Selasa, 26 Apr 2011 23:36 WIB
Berdiri di Dua Partai, Golkar Minta Kadernya Memilih
Jakarta - Partai Golkar menganggap jika ada kader yang ingin menyeberang ke partai lain adalah hal yang biasa. Namun, Ketua Umum maupun Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar akan meminta untuk memilih atau diberhentikan, jika ada kadernya bergabung ke partai lain.

"Ya harus memilih lah, kan nggak bisa dua kaki," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie kepada wartawan usai menghadiri silaturrahmi dengan keluarga besar Partai Golkar Jawa Timur di Hotel Elmi Surabaya, Jalan Panglima Sudirman, Selasa (26/4/2011).

Pria yang akrab disapa Ical itu mengatakan, jika ada kadernya meloncat ke partai lain, tidak akan menimbulkan kekhawatiran bagi perkembangan Golkar. Ia mencontohkan Wiranto, Prabowo, Cahyo yang berbaju partai lainnya, tak akan mempengaruhi Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu biasa, nggak khawatir. Golkar selalu mencetak kader untuk menjadi pimpinan partai lain. Kalau pindah ke sana menjadi pimpinan kan baik buat Indonesia. Tapi kalau berdiri berbeda partai ya harus memilih sekarang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung yang juga ikut menghadiri acara tersebut menambahkan,Β  jika ada kader yang berada di dua partai, diminta ketegasannya untuk memilih atau Partai Golkar yang akan menghentikan keanggotaanya di Golkar.

"Kalau dua kaki nggak mungkin dong, kan harus memilih. Nggak mungkin anggota memiliki dua partai dan harus memilih salah satu," ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, langkah apa yang dilakukan Partai Golkar, jika kader tersebut tetap ngotot di dua partai, Akbar menegaskan, keputusan partai akan mencopotnya dari keanggotaan partai.

"Ya nggak bisa, ya harus diberhentikan. Kalau seperti itu kan harus berhenti," tegasnya.

(roi/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads