Informasi diperoleh detikcom di lokasi, insiden pembakaran motor terjadi saat dua kelompok warga pro dan kontra penutupan jalan hauling perusahaan tambang batu bara milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE), terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam. Insiden pembakaran diduga dilakukan kelompok warga kontra penutupan jalan hauling.
Selain membakar belasan kendaraan roda dua, sebuah rumah warga milik Arbain yang termasuk kelompok pro penutupan jalan hauling, dirusak dengan memecahkan kaca rumah tersebut. Beruntung, penghuni rumah istri Arbain dan anaknya mengungsi sebelum diamuk kelompok warga kontra penutupan hauling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 18.00 WITA, 2 pleton Brimob Polda Kaltim bersenjata laras panjang lengkap bersama dengan pasukan Dalmas Polresta Samarinda, masih berada di lokasi menyusul kabar akan adanya aksi bentrok susulan.
Namun demikian, kelompok warga yang kontra dengan penutupan jalan hauling batu bara tersebut, memilih mundur setelah kepolisian menyatakan telah mengamankan 3 orang pelaku dari kelompok pro penutupan hauling di Mapolresta Samarinda.
Namun sayang, Wakil Kapolresta Samarinda AKBP Faizal yang berada di lokasi sekaligus yang bertanggung jawab dengan kegiatan pengamanan kepolisian, menolak memberikan keterangan resminya kepada wartawan.
"Tidak, tidak usah," kata Faizal sambil berlalu meninggalkan wartawan yang menanyainya.
Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail yang juga turun di lokasi mengatakan, kelompok warga yang melakukan penutupan jalan hauling adalah kelompok warga yang meminta ganti rugi lahan yang digunakan perusahaan tambang.
"Ini persoalan lama. Proses perundingan ganti rugi masih dilakukan cuma memang belum menemukan kesepakatan," kata Nusyirwan.
"Kita dari unsur muspida, terus berupaya melakukan mediasi sebagai jalan terbaik semua pihak," ujar Nusyirwan.
(mad/mad)











































