Ketua DPP PDIP:
Tidak Ada Konspirasi Jegal Amien
Minggu, 13 Jun 2004 16:43 WIB
Solo - Ketua DPP PDIP Gunawan Wirosarojo membantah sinyalemen yang ditudingkan Mahfud MD bahwa Hamzah Haz maju menjadi capres adalah hasil konspirasi dengan PDIP untuk menggembosi Amien Rais. Menurutnya, Hamzah maju sebagai capres adalah hak politiknya pribadi dan tidak terjadi deal apa pun dengan PDIP."Semua warga negara memiliki hak politik. Pak Hamzah mencalonkan (sebagai capres) bukan karena disuruh, tapi karena menggunakan hak politiknya itu tadi. Kita tidak bisa membendung keinginan itu," kata Gunawan kepada wartawan saat menghadiri lomba lukis "Sejuta Wajah Mega - Hasyim" di Taman Budaya Surakarta, Minggu (13/6/2004).Seperti diberitakan sebelumnya, Mahfud MD pernah melontarkan sebuah sinyalemen bahwa pencapresan Hamzah adalah bagian dari konspirasinya dengan pihak Megawati untuk menggembosi suara Amien Rais agar tidak lolos ke putaran kedua. Di putaran kedua nanti, perolehan suara pasangan Hamzah Haz - Agum Gumelar akan dilimpahkan kepada pasangan Megawati - Hasyim Muzadi.Gunawan menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada pembicaraan antara pihak Megawati dengan pihak Hamzah yang terkait dengan sinyalemen konspirasi itu."Sebagai pimpinan partai, Pak Hamzah punya hak maju sebagai capres. Yang cuma dapat 7 persen saja nekat maju kok, apalagi perolehan suara partai Pak Hamzah lebih dari itu. Tapi yang jelas sikap Pak Hamzah itu tidak karena disuruh atau dipengaruhi oleh siapa pun juga. Tidak ada deal-deal politik seperti itu," paparnya.Namun diakuinya bahwa sejauh ini banyak isu di beberapa daerah yang seolah-olah mendukung terjadinya konspirasi politik tersebut. Dicontohkannya di Yogyakarta, ada ajakan yang jauh lebih ekstrim dan mengarah pada terjadinya permainan politik. Ajakan itu bunyinya, 'Bersama Hamzah - Agum, Kita Coblos Nomor 2'. Padahal nomor 2 adalah nomor Mega-Hasyim. Sedang Hamzah nomor urut 5."Tetapi saya tegaskan bahwa itu hanya variasi-variasi saja. Bukan sesuatu hal yang prinsip. Di dalam dunia politik ada strategi dan taktik, tapi persoalan seperti itu taktik saja bukan. Jadi itu hanya sebuah variasi saja," kata Gunawan.
(nrl/)











































