Kraton Surakarta Open House

Melayat PB XII

Kraton Surakarta Open House

- detikNews
Minggu, 13 Jun 2004 16:38 WIB
Solo - Selain menerima kunjungan sejumlah tokoh, Kraton Surakarta pada hari Minggu (13/6/2004) ini memberi kesempatan luas kepada masyarakat untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Susuhunan Paku Buwono (PB) XII. Sementara itu rapat penentuan raja baru ditunda hingga pemakaman almarhum.Sejak pagi sejumlah tokoh datang ke Kraton Surakarta untuk melayat PB XII. Di antaranya adalah Menneg Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, mantan Menko Polkam Jendral (Purn) Surono, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, dan lain-lainnya. Sedangkan Sultan HB X dari Yogyakarta direncanakan sore ini akan tiba kraton. Sementara Amien Rais akan melayat malam sepulang dari kampanye Medan.Selain itu juga tampak ratusan warga Solo datang silih berganti memasuki kraton dengan mengenakan pakaian serba hitam. Ratusan karangan bunga duka cita juga memenuhi lorong dan ruangan di kraton. Selain dari presiden dan wakil presiden, karangan bunga juga datang dari para menteri, capres dan cawapres, dirjen, pengusaha, para gubernur dan bupati di Indonesia, dan peroangan lainnya.Tunda Pembicaraan SuksesiSementara itu rapat keluarga yang digelar tadi malam memutuskan untuk menunda pembicaraan mengenai penunjukan raja baru. Menurut Pengageng Putra Sentana Kraton Surakarta, KGPH Hadi Prabowo, pembicaraan masalah itu baru akan dilakukan setelah masa berkabung habis yakni 40 hari."Suasana masih berduka karena kami ditinggal Sinuhun yang murud ing kasidanjati (wafat). Kami memutuskan untuk lebih dulu memikirkan dan menghormati layondalem (jenazah PB XII). Kraton berduka untuk 40 hari ke depan. Pengumuman pengganti Sinuhun sebagai raja baru akan dilakukan setelah masa berkabung," ujar Hadi.Salah seorang kerabat dekat kraton, Prof Dr KGPH Haryomataram, memuji keputusan itu. Menurut putra PB X ini sebaiknya semua putra-putri PB XII memikirkan dulu pemakaman ayahandanya, sedangkan rapat menentukan pengganti dapat dipikirkan setelah itu dalam kondisi yang lebih jernih. Menurutnya tidak ada aturan waktu yang mengikat mengenai penunjukan raja pengganti."Ini penting mengingat Sinuhun tidak memiliki permaisuri, sehingga semua putra memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Saya berharap semua putra-putrinya yang telah dewasa mampu berpikir jernih menyelesaikan persoalan yang ada. Saya tidak akan cawe-cawe (mencampuri), tapi kalau diminta urun rembug (pendapat) saya akan memberikan pandangan," ujarnya.Haryomataram adalah satu-satunya putra PB X yang masih hidup, sedangkan semua putra PB XI telah wafat. Karenanya dia diangkat sebagai pangeran sepuh. Menurutnya, Sinuhun sering mengutarakan berbagai persoalan, termasuk suksesi, kepadanya. "Tapi itu curahan hati kepada saya selaku pamannya yang tidak akan saya sanmpaikan kepada putra-putri PB XII kecuali diminta," papar ahli hukum humaniter itu.Salah seorang putra PB XII, Kolonel (Inf) KGPH Suryo Tejo, juga menyetujui penundaan itu demi menghormati almarhum. Suryo meminta agar semua putra-putri PB XII berpikir jernih dengan pertimbangan matang dalam memilih raja pengganti nantinya."Banyak tantangan yang akan dihadapi kraton ke depan. Kalau tidak dipikirkan secara matang dan hanya berdasarkan kepentingan-kepentingan maka kraton akan semakin kehilangan perannya dalam menjawab dinamika jaman," ujar Suryo yang saat ini menjabat sebagai Asistem Personalia Pangdam III/Siliwangi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads