Kalla: Yang Salah Bukan Golkar, Tapi Pemegang Kendalinya
Minggu, 13 Jun 2004 13:17 WIB
Palu - Jusuf Kalla berkampanye ke Palu, Sulteng, Minggu (13/6/2004). Dalam dialog interaktif di RRI Palu dengan mahasiswa dan masyarakat setempat, Kalla ditanya apakah jika dia menang pilpres, pemerintahannya bisa melepaskan image Golkar yang identik dengan Orba, mengigat dirinya adalah orang Golkar?"Sebenarnya yang salah bukan Golkar, tapi orang-orang yang memegang kendali. Golkar selalu netral sebagai organisasi. Sama seperti Kejaksaan atau perusahaan sebagai organisasi, mereka tergantung pada orang-orang yang berada di dalamnya," jawab Kalla."Sedangkan untuk Orba, sebagian besar orang memang hidup dalam zaman Orba, termasuk saya. Tapi bukan masalah Orba, melainkan siapa yang berbuat dalam Orde tersebut, itu yang perlu dilaksanakan hukuman massa," sambung Kalla.Kalla juga ditanya tentang program penegakan hukum. "Salah satu hal terpenting adalah menentukan orang-orang yang menjabat dalam proses penegakan hukum. Dan jabatan yang vital dalam proses penegakan hukum adalah jaksa agung, menkeh, kapolri, serta hakim di MA, sehingga kami akan sangat berhati-hati dalam memilih orang-orang untuk jabatan itu," jawab pengusaha sukses ini.Sebelum berdialog di RRI, Kallasempat mengunjungi Pasar Sentral Manonda selama 15 menit. Lalu mampir ke TVRI, dan saat ini Kalla akan berkampanye terbuka di Lapangan Bandar, Palu. Sekitar 1.000-an orang telah mendatangi lapangan.
(nrl/)











































