Bajak Kapal, Tiga Anggota GAM Tewas Ditembak TNI
Sabtu, 12 Jun 2004 21:25 WIB
Medan -
Sebanyak tiga anggota GAM tewas saat baku tembak dengan pasukan TNI AL di Pulau Berhala, Sumatera Utara. Baku tembak terjadi saat para anggota GAM itu membajak kapal di perairan selat Malaka.Baku tembak antara GAM dengan TNI berlangsung sejak, Jumat (11/6/2004) hingga Sabtu (12/6/2004). Korban hanya dari GAM dan tidak ada pasukan TNI yang jadi korban.Peristwa bermula ketika 6 anggota GAM membajak kapal NV Pematang yang diawaki 36 ABK. GAM yang menggunakan perahu bermotor naik ke kapal yang tengah buang sauh di pulau Berhala.Kapal ini biasanya mengangkut elpiji dari Dumai menuju ke Medan. Tapi saat kejadian ini kapal tidak memuat apapun. Kapal menuju Medan dalam rangka naik dok, atau akan diperbaiki.Keenam anggota GAM yang bersenjata itu manyandera awak kapal dan meminta tebusan Rp 500 juta. Saat GAM sedang lengah, salah seorang awak kapal menelpon perwira AL di Jakarta. Informasi itu dilanjutkan Lantamal I Belawan, dan kemudian ikirim KRI KS Tubun yang sedang berpatroli berkuatan 5 personil.Terjadi baku tembak terjadi dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Setelah perlawanan mereda, personil KRI merapat dan menemukan 3 mayat yang kemudian dibawa ke RSUAL di Belawan, Medan. Dari 6 orang hanya 3 mayat ditenmukan. Dua terjun oleh ke laut satu lagi bersembunyi di salah satu ruang kapal."Kita menemukan 3 pucuk AK 56 dan amunisi 39 butir dan 4 magazen M-16 kemudian 4 magazen M-16 dan 19 butir peluru M-16," kata Danlantal I Belawan Laksamana Pertama Purbojo kepada wartawan, di Medan.Menurutnya, salah satu pembajak yang tewas bernama Haidir. Haidir, adalah panglima GAM wilayah Peureulak. Saat TNI AL tengah mengejar pembajak kapal motor Bintang Terang serta kapal motor Tongkang Gading.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































