Aktivititas Bromo Tetap Berbahaya
Sabtu, 12 Jun 2004 17:03 WIB
Jakarta - Aktivitas vulkanis Gunung Bromo, Jawa Timur, masih tetap tinggi. Bahaya letusan vulkanik dipekirakan sewaktu-waktu masih bisa terjadi.Demikian hasil observasi Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung terhadap aktivitas Gunung Bromo. Dalam laporan kegiatan Gunung Bromo yang diperoleh detikcom Sabtu (12/56/2004), sepanjang hari Jumat (11/6/2004) tercatat terjadi hembusan sebanyak 42 kali, meski tidak terjadi lagi letusan.Sedangkan gempa-gempa vulkanik dangkal tidak lagi terjadi. Namun gempa-gempa vulkanik dalam masih tercatat sebanyak 2 kali kejadian dengan amplitudo maksimum yang terukur pada seismograf sebesar 4-5 mm. Tremor vulkanis kendati nihil tidak terjadi, namun tremor hembusan masih tercatat menerus dengan amplitudo maksimal 1-4 mm.Untuk itu, Ketua Tim Tanggap Darurat DVMBG untuk Gunung Bromo Dr Ir MasAtje Purbawinata menyatakan bahwa status Gunung Bromo tetap berada padalevel tiga, alias Siaga."Karena ancaman primer berupa lontaran letusan, abu dan material lainnya masih tetap ada, maka kawasan lautan pasir di Bromo harus dijauhi. Untuk sementara kawah Bromo dan lautan pasir tetap tertutup bagi semua pengunjung," kata Mas Atje lagi.Bantah Aktivitas Gunung Slamet MeningkatSementara itu, Pelaksana Harian Direktur Vulkanologi dan Mitigasi BencanaGeologi (DVMBG) Dr Ir Surono ketika ditemui detikcom, membantah kabar yang berkembang bahwa Gunung Slamet di perbatasan Kabupaten Pemalang dan Purwokerto meningkat aktivitasnya."Berita yang menyatakan aktivitas Gunung Slamet meningkat itu tidak benar. Status gunung itu tetap Aktif Normal," tegasnya.Dari data dan pengukuran yang ada, pada hari Jumat ini di Gunung Slametmemang terjadi gempa-gempa permukaan sekitar 80 kali. "Tapi itu tetapnormal, karena di Gunung Slamet gempa-gempa semacam itu biasa terjadiratusan kali dalam sehari," katanya.Menurut Surono, status Aktif Normal yang diberlakukan, berdasarkandata-data laporan yang diterima secara rutin dari pos pengamatan di sanabaik secara visual maupun secara instrumental."Di Gunung Slamet itu, fluktuasi jumlah gempa bumi hembusan di atas 100 kejadian sehari masih dalam status Aktif Normal," katanya.Surono pun menegaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan koordinasi dankomunikasi dengan jajaran pemda dan instansi terkait, untuk memberikankabar mengenai kondisi dan status terakhir suatu gunung. "Saya tidak tahu,informasi yang menyatakan peningkatan aktivitas di Gunung Slamet itudiperoleh dari mana," tegasnya lagi.
(djo/)











































