Wapres Boediono Rajin Minum Jamu Waktu Kecil

Wapres Boediono Rajin Minum Jamu Waktu Kecil

- detikNews
Senin, 25 Apr 2011 18:48 WIB
Wapres Boediono Rajin Minum Jamu Waktu Kecil
Jakarta - Jamu adalah produk asli Indonesia. Minum jamu telah menjadi budaya masyarakat sejak dahulu kala. Ternyata Wakil Presiden Boediono pun rajin minum jamu saat masih kecil.

"Saya ingat, waku kecil saya dicekokin. Pahitnya bukan main, Pak Charles," kata Boediono saat membuka Musyawarah Nasional Asosiasi Gabungan Pengusaha dan Obat Tradisional (GP Jamu) ke-VI di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2011).

Hadir dalam acara tersebut Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hassan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Ketua (GP Jamu) Charles Saerang, dan sejumlah pengusaha jamu yang tergabung dalam GP Jamu.

"Saat mau makan, untuk anticacing, ada saya dicekokin apa itu," lanjut Boediono yang mengenakan batik warna cokelat itu sambil tersenyum.

Boediono melihat, saat ini industri jamu sudah menanjak kepada tingkat yang lebih tinggi. Dalam arti lain, industri jamu sudah harus tunduk pada pasar. Oleh sebab itu, ia mendukung adanya aturan yang jelas untuk mengembangkan produk jamu.

"Saya mendukung untuk lebih cepat diselesaikan semacam blue print yang jelas tentang bagaimana mengembangkan jamu dan obat tradisional sebagai kegiatan yang sama dengan yang lain, apalagi akar budayanya begitu mendalam," kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.

Usai membuka acara, Wapres berkesempatan mencicipi jamu pabrikan yang dipamerkan di bawah tenda kecil di halaman Istana Wapres. Bersama para menteri dan Ketua GP Jamu, Wapres tampak menikmati jamu yang disuguhkan.

Wapres juga meminum segelas jamu beras kencur yang dijajakan seorang penjual jamu gendong. "Berapa harganya, Bu?" tanya Wapres kepada penjual jamu bernama Parni. Namun, Boediono rupanya hanya menggoda saja sambil pura-pura ingin merogoh kantong.

"Ah, pekewuh ajeng nyebut regane. Ning jane wau nek arthane dilungke ngoten kulo nggih purun, Mas. (Ah, nggak enak untuk menyebutkan harganya. Tapi kalau tadi uangnya diserahkan begitu saja, saya juga mau, Mas)," kata Parni, yang sudah 20 tahun berjualan jamu di Pasar Rebo, Jakarta Timur, itu kepada detikcom sambil tersenyum.

(irw/vit)


Berita Terkait