Gus Dur:
Sinuhun PB XII Tokoh Besar
Sabtu, 12 Jun 2004 15:38 WIB
Solo - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melayat Susuhunan Paku Buwono (PB) XII di Kraton Surakarta. Menurutnya PB XII adalah tokoh besar yang selalu menolak primodialisme dan uber alles, serta menganjurkan pendekatan budaya dalam penyelesaian persoalan.Gus Dur ke Solo bersama istrinya Sinta Nuriyah, putrinya Anissa, serta sejumlah pengurus PKB Jawa Tengah dan Solo. Gus Dur langsung menuju ke Masjid Pujosono Kraton Surakarta, tempat jenazah PB XII disemayamkan. Sekitar satu jam kemudian Gus Dur dan rombongan meninggalkan Kraton menuju Yogyakarta ke rumah salah satu anaknya."Beliau (PB XII) tidak memiliki jabatan negara apapun saat ini, namun semua kalangan memberikan perhatian besar dan datang melayat saat beliau wafat. Itu salah satu tanda kebesaran beliau. Saya cukup dekat dengan beliau, hubungan kami sudah memel (lengket)," kata Gus Dur, Sabtu (12/6/2004).Gus Dur juga mengungkapkan bahwa PB XII adalah sosok yang selalu menentang adanya primordialisme kesukuan dan menentang semangat uber alles (merasa yang paling hebat dibanding yang lain) yang sering hinggap dalam diri dan perasaan masing-masing elemen bangsa."Sebagai Raja Jawa, beliau selalu menekankan bahwa Suku Jawa tidak lebih tinggi dibanding suku bangsa lain di Indonesia. Itulah jiwa besar Sinuhun. Saya sependapat dengan beliau. Salah satu sikap penting beliau lainnya adalah selalu menekankan pendekatan budaya daripada pendekatan politik dalam penyelesaian persoalan bangsa," papar Gus Dur.Hari ini ratusan tokoh nasional dan lokal datang melayat PB XII. Di antaranya Mentamben Purnomo Yusgiantoro, Kabulog Wijanarko Puspoyo, Pagkostrad Letjen Bibit Waluyo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sunarso, Kapolda Jateng Irjen Insmerda Lebang, dan lain-lainnya. Informasi dari kraton menyebutkan, Presiden Megawati rencananya juga akan datang melayat.Susuhunan PB XII mangkat kemarin di RS dr Oen, Solo, karena gangguan fungsi ginjal yang telah dideritanya selama dua tahun terakhir. Dari rumah sakit, jenazah dibawa ke kraton dan disemayamkan di masjid. Sore ini jenazah almarhum rencananya akan dipindahkan dari masjid kraton ke Bangsal Parasdya.
(djo/)











































