"Saya nggak menyangka dia terlibat kasus. Dulu dia tidak tinggal di sini, hanya sesekali datang," ujar Pieter, tetangga mertua Pepi di kontrakan lamanya. Hal itu disampaikan Pieter di kediamannya, Jl Kenanga Indah 3, Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Senin (25/4/2011).
Keluarga mertua Pepi menjadi tetangga Pieter sejak tahun 1999 hingga sekitar 2006. Pada tahun 2006, keluarga Alwi pindah rumah. Namun, Pieter tidak tahu ke mana Alwi pindah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak menyangka Pepi terlibat terorisme karena Deny Carmanita, istri Pepi, adalah orang baik-baik kendati jarang berinteraksi dengan warga. Apalagi mertua Pepi, Alwi dan Ema, juga dikenal baik oleh warga sekitar.
Kendati pernah menjadi tetangga sebelah rumah keluarga mertua Pepi, namun Pieter mengaku tidak tahu pernikahan Pepi dan Deny. "Wah saya nggak tahu. Nggak ada warga di sini yang diundang," sambungnya.
Sosok Pepi diketahui Pieter dari Ryan, putera bungsu Alwi. "Saya ditunjuki oleh Ryan, itu Pepi suami Mbak Deny," ucap Pieter mengulang ucapan Ryan.
Pria paruh baya itu juga tidak tahu kapan Deny dan Pepi melangsungkan pernikahan. "Mungkin di tempatnya Pepi di Sukabumi, tapi saya kurang tahu juga," imbuhnya.
detikcom mendapatkan foto pria bernama Pepi dari buku wisudawan UIN Syarif Hidayatullah tahun 2002. Dalam foto, wajah Pepi agak kurus dan berambut lurus. Kebenaran foto ini dipastikan mantan teman satu kost Pepi, Ace Hasan Syadzily.
"Memang itu Pepi yang saya kenal," kata Ace.
Hal senada diungkapkan petugas keamanan di sekitar kontrakan mertua Pepi di Harapan Indah. Ketika disodorkan foto hitam putih itu, petugas keamanan setempat mengangguk sambil berujar, "Iya mirip. Tapi rambutnya kurang gondrong."
Warga sekitar pun mengakui bahwa foto yang diperoleh detikcom memang mirip dengan Pepi yang sempat tinggal bersama keluarga Alwi. "Iya mirip. Dulu Pepi sering mengajak anaknya main di kolam ikan rumah saya," kata perempuan itu.
Pepi disangka mengotaki teror bom buku dan bom jalur pipa gas Serpong yang berhasil diamankan dalam pekan lalu. Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah ini dikenal sebagai pekerja rumah produksi, ditangkap di Aceh pada Kamis 21 April 2011.
(vit/nrl)










































