Ircos Jakarta Diperiksa Polisi

Kasus Gus Solah

Ircos Jakarta Diperiksa Polisi

- detikNews
Sabtu, 12 Jun 2004 13:59 WIB
Semarang - Kasus kampanye di luar jadwal yang dilakukan Salahuddin Wahid masih berbuntut. Sabtu (12/6/2004) Direktur Ircos (Institute for Research and Community Development Studies) Ida Saidah Sakwan diperiksa polisi di Polwiltabes Semarang.Dalam pemeriksaan di Mapolwiltabes Semarang, Jl. Dr Sutomo, Ida Saidah didampingi kuasa hukumnya T. Deni Septivian dan 2 staf Ircos Semarang, Muhidin Harris dan Moh Yunus. Pemeriksaan sempat tertunda sekitar 2 jam dari jadwal itu ditetapkan."Sesuai surat bernomor S.Pgl/139/VI/ 2004/ Reskrim, saya diundang sebagai saksi atas kasus dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan Gus Solah," kata Ida sebelum pemeriksaan.Ida mengatakan, surat penggilan terhadap dirinya memiliki keganjilan. Menurutnya, dalam surat itu ada perubahan pasal yang sepertinya disengaja. Awalnya, Ida dijerat pasal 9 ayat 1 SK KPU No. 35/2004 tentang Tata Cara Kampanye Pilpres 2004."Tapi dalam surat panggilan yang saya terima, pasalnya berubah. Saya dijerat dengan pasal 89 ayat 1 UU No 23 Tahun 2003 tentang Pilpres. Perubahan itu mempengaruhi posisi saya," tegas Ida.Ida menjelaskan pasal 9 ayat 1 SK KPU No. 35/2004 menyebutkan, yang melakukan kampanye adalah capres atau tim kampanyenya. Sedangkan pada pasal 89 ayat 1 UU No. 23/2003 pelaku kampanyenya bisa orang per orang."Kalau saya dijerat dengan pasal 89 ayat 1 UU No 23 Tahun 2003, saya bisa dituduh ikut berkampanye. Padahal, saya hanya bertujuan melakukan pendidikan politik bagi rakyat. Ini bisa berbahaya bagi NGO dan demokratisasi. Gerak sedikit saja nanti dikira kita ikut berkampanye," papar Ida.Dalam pemeriksaan Ida lebih banyak ditanyai soal penyelenggaraan acara public hearing itu, terutama hal-hal teknis mendatangkan Gus Solah. Juga, tentang poin-poin yang dinilai Panwaslu Semarang sebagai unsur-unsur kampanye. Seperti pemaparan visi, misi, dan program Gus Solah dan penyebaran souvenir.Sebagaimana diketahui, Ircos merupakan penyelenggara acara public hearing 'Rakyat Bertanya Capres/Cawapres Menjawab'. Dari sekian capres dan cawapres, acara yang diselenggarakan di Hotel Graha Santika Semarang akhir Mei lalu itu, hanya dihadiri Gus Solah.Dalam acara tersebut, Gus Solah memaparkan visi, misi, dan programnya sebagai cawapres. Kebetulan juga ada beberapa orang yang tak diketahui identitasnya ikut menyebarkan souvenir berupa pin, gantungan kunci, dan stiker bergambar Gus Solah dan Wiranto. Inilah yang kemudian memunculkan dugaan Gus Solah melakukan kampanye di luar jadwal.Dukungan 8 NGOPemanggilan Ircos oleh polisi rupanya menimbulkan solidaritas di kalangan aktifis NGO (Non Government Organization). Mereka menyebarkan rilis dukungan terhadap langkah-langkah Ircos dalam memberikan pendidikan politik.Kedelapan NGO yang mendukung antara lain, AJI Semarang, PERISAI, Yayasan Setara, KIPP Semarang, Yayasan Wahyu Sosial, PB IFC Semarang, PABI, dan JAMPPI Jateng. Masing-masing pimpinan menyematkan tanda tangan dalam rilisnya sebagai bentuk dukungan."Sebagai institusi pro demokrasi, kami mendukung Ircos yang telah mematerialisasikan tanggung jawab, visi, dan misi untuk melakukan langkah demokratisasi dan penguatan kesadaran hak-hak politik rakyat," tulis mereka dalam rilis. (djo/)


Berita Terkait