Konyol, Capres Umumkan Kabinet

Pengamat:

Konyol, Capres Umumkan Kabinet

- detikNews
Sabtu, 12 Jun 2004 13:44 WIB
Jakarta - Tuntutan agar capres mengumumkan kabinet bayangan terutama nama Jaksa Agung, Kapolri dan Menteri Kehakiman sebelum pemilu presiden dinilai sebagai sikap yang konyol. "Itu adalah sikap yang konyol. Sekarang apa fungsi kabinet bayangan? Apa kalau sudah terpilih kabinet yang baru akan diganti? " kata Maswadi saat berbincang dengan detikcom pertelepon, Sabtu (12/6/2004). Menurut Maswadi, telah terjadi salah kaprah pemahaman mengenai kabinet bayangan. Kabinet bayangan belum pernah ada di Indonesia. Kabinet bayangan itu adalah konsep dalam sistem parlementer yang dibuat oleh partai-partai politik yang menyatakan oposan setelah pemilu presiden nanti. Sebelumnya, Nurcholish Madjid, Jumat (11/6/2004) meminta capres agar mengumumkan anggota kabinet bayangan terutama jaksa agung, Kapolri dan Menteri Kehakiman. Hal ini akan dijadikan tolak ukur serius tidaknya capres melakukan penegakan hukum. Sikap yang tidak setuju juga dilakukan pengamat politik UI lainnya, Prof Budyatna. Menurut Budiyatna, pengumuman kabinet bayangan tidak penting untuk dilakukan. Penyusunan kabinet, kata Budiyatna, merupakan hak prerogratif Presiden."Untuk apa? Itu tidak penting. Yang penting adalah kepalanya (presidennya). Kalau dia bersih dan jujur, maka anak buahnya juga pasti begitu. Kabinet itu kan hak prerogatif presiden. Jadi kabinet bayangan itu tidak penting," kata Budiyatna. (iy/)



Berita Terkait