"HAKI memberikan perlindungan terhadap semua kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh para inventor, jadi peringatan HAKI ini untuk membuktikan ke dunia, kita ini bukan bangsa jiplakan. Bukan bangsa yang suka dengan barang palsu. Kita menghargai intelektual orang. Kita ingin perbaikan," kata Menkum HAM Patrialis Akbar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/4/2011).
Dalam Hari HAKI nanti, menurut Patrialis, pihaknya akan berbicara dengan para penegak hukum seperti polisi, jaksa dan Mahkamah Agung. Tujuannya agar dicapai kesepakatan untuk makin meningkatkan kesadaran atas HAKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patrialis tidak menjawab saat ditanya apakah saat ini memang ada tren penjiplakan. Namun menurutnya, saat ini pihaknya bertekad akan terus memerangi pembajakan-pembajakan yang ada.
"Kita tidak bicara tren kenaikan penjiplakan, kita bicara tekad semangat kita menunjukkan ke dunia, bahwa kita sunguh-sunguh dengan HAKI," terang politisi PAN ini dengan semangat.
(anw/gun)











































