Kasat Polair Bengkalis, AKP Wilson Butarbutar mengungkapkan hal itu saat dihubungi wartawan Senin (25/4/2011). Menurutnya, kapal tanker tersebut lego jangkar di perairan Sungai Apit sejak Jumat lalu. Pada Senin pagi hari, tengah ada pekerjaan pengelasan pompa minyak yang dikerjakan ABK di dalam dek kapal.
"Pengerjaan sudah hampir selesai dikerjakan, namun sekitar pukul 08.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras. Ledakan ini juga menimbulkan kobaran api yang membumbung tinggi ke udara," kata Wilson.
Akibat ledakan dan kobaran api tersebut, lanjut Wilson, satu orang ABK yang bertugas mengelas tewas di tempat dengan kondisi tubuhnya hangus. Korban yang meninggal dunia bernama Sujamin (56), laki-laki asal Belawan, Sumatera Utara.
Wilson menambahkan, selain satu orang meninggal dunia, dua ABK juga diketahui mengalami luka bakar. Kini kedua ABK tersebut telah mendapat perawatan medis di klinik terdekat.
"Kita masih mendalami kasus meledaknya kapal tersebut," kata Wilson.
Sekedar diketahui, kapal tanker MT Pelita Samudera IMO Nomor 8500094 yang berlayar dari Dumai dengan membawa 20 ABK ini tiba di Pakning pada Jumat (22/4). Sejauh ini belum ada keterangan resmi apakah kapal tanker ini mengangkut BBM Pertamina atau bukan.
(cha/fay)











































