"Sabtu lalu saya ketemu Bu Ema. Dia kelihatan sedih banget. Dia bilang kalau dia nggak tahu apa-apa soal ini," ujar Pieter, tetangga mertua Pepi di kontrakan lamanya. Hal itu disampaikan Pieter di kediamannya, Jl Kenanga Indah 3, Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Senin (25/4/2011).
Keluarga mertua Pepi, Alwi Hasmi, menjadi tetangga Pieter sejak tahun 1999 hingga sekitar 2006. Pada tahun 2006, keluarga Alwi pindah rumah. Namun, Pieter tidak tahu ke mana Alwi pindah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pieter, dia bertemu Ema di lapangan yang ada di sebelah rumah kontrakan keluarga Alwi pada Sabtu (23/4). Kebetulan saat itu, warga sekitar berkumpul karena ada acara Paskah.
"Waktu itu saya cuma bisa meyakinkan agar Bu Ema tabah. Saya yakin, dia dan suaminya tidak terlibat kasus ini," sambung Pieter.
Di mata Pieter, suami istri Alwi dan Ema dikenal sebagai warga yang baik. Ema sering terlibat dalam kegiatan warga, dan cukup rajin datang ke acara pengajian.
"Bu Ema dan Pak Alwi pernah menolong istri saya, waktu itu dia jatuh dari tangga sedangkan posisi saya sedang di Kalimantan. Mereka yang bawa ke RS," tuturnya.
Bahkan anak keempat Alwi dan Ema, Ryan, adalah pemuda yang aktif dalam kegiatan karang taruna setempat. Ryan banyak bersosialisasi dengan tetangga-tetangganya.
Kini, dia tidak tahu persis di mana Alwi sekeluarga tinggal. "Saya dengar-dengar, mereka tinggal di salah satu rumah saudaranya, tapi tidak tahu di mana," ucapnya.
Pepi disangka mengotaki teror bom buku dan bom jalur pipa gas Serpong yang berhasil diamankan dalam pekan lalu. Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah ini dikenal sebagai pekerja rumah produksi, ditangkap di Aceh pada Kamis 21 April 2011.
(vit/nrl)










































