"Rencananya ada (memeriksa mertua Pepi). Saat ini baru sebatas istri (yang diperiksa). Nanti mertuanya juga diperiksa," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2011).
Menurut Boy, hingga kini pihaknya masih terus mempelajari kasus terorisme yang diduga diotaki Pepi. Tim Puslabfor juga masih mempelajari barang bukti yang ditemukan di rumah Pepi di Bekasi, yang merupakan rumah mertuanya.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup banyak (jumlah barang buktinya). Cuma belum tahu keaktifan dari bom itu. Ini sedang dipelajari. Yang jelas masih diurai dan jangan sampai masih aktif," kata Boy.
Boy juga menuturkan, hingga kini pihaknya masih meneliti lebih jauh apakah ada rencana Pepi untuk mengebom di tempat lain. "Rencana itu sedang kita gali lebih jauh.Β Apakah di tempat lain? Kan ini harus dipertanyakan kepada mereka," tutupnya.
Polisi menggeledah rumah mertua Pepi di Harapan Indah Bekasi pada Sabtu (23/4/2011) dini hari. Barang bukti yang disita adalah 1 granat nanas, 1 buah campuran adonan bahan peledak diameter 3 cm, casing bom model roket belum terisi siap jadi casing bom, bom model kaleng 5 buah dan 1 buah sudah siap dengan isi, bahan bom yang sudah jadi 2 buah, casing bom model kotak 1 buah, solder 1 buah, potongan pipa besi, timer jam dinding.
Pepi disebut-sebut sebagai otak bom buku dan bom Gereja Christ Cathedral di Serpong. Pepi Fernando merupakan sutradara independen dan mantan pekerja infotainment.
(nik/nrl)











































