"Belum, masih kita gali dan mengetahui lebih dalam aktivitasnya," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (25/4/2011).
Karena belum ada tanda-tanda keterlibatannya terhadap terorisme, perempuan yang tengah mengandung anak ketiga itu tidak akan diperiksa 7 x 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan, hingga kini jumlah tersangka masih 20 orang. Jumlah tersangka akan dipastikan lagi pada Rabu 27 April mendatang.
Boy juga mengaku belum mengetahui motif 'jaringan' ini. Namun kemungkinan, pelaku melakukan peneroran karena merasa perjuangannya terganggu oleh orang-orang atau pihak-pihak tertentu.
"Masih dipelajari, tapi kalau dilihat apa yang dilakukan bisa dikatakan ada kemiripan dengan pelaku teror sebelumnya," kata Boy.
Pepi Fernando adalah sarjana Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah. Dia disangka sebagai otak teror bom buku dan Serpong. Pepi pernah menjadi pekerja infotainment dan sutradara independen. Dia juga bermaksud memfilmkan serangan bom yang dirancangnya.
(ken/nrl)










































